Sabtu, 29 Maret 2014
Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook terus menanjak popularitasnya. Jumlah pemakainya naik terus dan sekarang sedang menuju ke jumlah setengah miliar orang di seluruh dunia.
Di samping manfaatnya yang dirasakan banyak orang, Facebook juga berulang kali dituduh jadi penyebab atas berbagai masalah. Mengapa tuduhan itu muncul? Berikut sepuluh dampak buruk Facebook seperti yang dikutip dari Telegraph:
1. Memicu perceraian Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.
2. Memicu anak bunuh diri Kepala gereja Katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa Facebook bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.
3. Lenyapkan ungkapan tradisional Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya di bawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisional yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.
4. Memicu gangguan tulang Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.
5. Membuat orang menjadi tertutup Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.
6. Membuat pasangan cemburu Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.
7. Dijadikan ajang menantang hukum Pada beberapa kasus hukum di Inggris, Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.
8. Membuat banyak orangtua jatuh cinta Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena pertumbuhan pengguna jejaring sosial yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.
9. Membuat penggunanya merasa tidak menarik Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari meng-upload foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek. Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.
10. Mengungkap kehidupan pribadi Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di Facebook saat berlibur bersama keluarganya.
|
1. Tidak peduli dengan sekitarnya
Beberapa orang yang memang tingkat candunya sudah amat tinggi, terkadang bisa menjadi tidak peduli dengan sekitarnya, dia akan terus asik bermain FB, hingga ia bisa lupa melakukan katifitas lain yang tentunya bisa saja berguna untuk dirinya.
2. Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan
Ini dampak dari terlalu sering dan terlalu lama bermain facebook. Ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial si anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya bersama teman teman facebooknya yang rata rata membahas sesuatu yang terkadang tidak penting. Akibatnya kemampuan verbal si anak menurun. Tentu yang dimaksud autis di sini bukan dalam arti yang sebenarnya.
3. Keluarga di rumah adalah yang nomor satu
Kata-kata tersebut tidak lagi berlaku bagi para facebookers. Buat mereka temen-temen di facebook adalah nomor satu. Tidak jarang perhatian mereka terhadap keluarga menjadi berkurang.
4. Tersebarnya data pribadi
Beberapa facebookers memberikan data data mengenai dirinya dengan sangat detail. Biasanya ini untuk orang yang baru kenal internet hanya sebatas facebook saja. Mereka tidak tahu resikonya menyebarkan data pribadi di internet. Ingat data-data di internet mudah sekali bocor, apalagi facebook yang gampang sekali dihack!
5. Mudah menemukan sesuatu berbau pornografi dan sex
Mudah sekali bagi para facebookers menemukan sesuatu yang berbau porno dan esex-esex. Karena kedua hal itu yang paling banyak dicari diinternet dan juga paling mudah ditemukan. nah, inilah fakta tidak dewasanya pengguna intenet Indonesia.
Dalam hal ini kita harus bisa menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam mengirim dan menerima informasi agar kita tidak terpengaruh dan menjadi hal yang negatif untuk kita. Dan inilah 5 dampak negatif facebook,
Title : 10 Dampak Negatif Facebook
Description : Sabtu, 29 Maret 2014 Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook terus menanjak popularitasnya. Jumlah...